Keutamaan Tahmid, Tahlil, Tasbih dan Takbir

29Mar09

Berikut beberapa hadits Rasulullah SAW yang menjelaskan tentang bagaimana keutamaan T4 (Tahmid, Tahlil, Tasbih, dan Takbir) (muttafaqun ‘alaihi) :

“Rasûlullâh saw bersabda : Barangsiapa membaca : lâ ilâha illallâhu wahdahu lâ syarîka lahû, lahûl-mulku wa lahûl-hamdu wa huwa ‘alâ kulli syai-in qadîr
(Tidak ada Tuhan kecuali Allâh Yang Maha Esa yang tiada sekutu bagi-Nya, baginya segala kerajaan dan bagi-Nya segala puji, dan Dia kuasa atas segala sesuatu)
100 (seratus) kali dalam 1 (satu) hari, maka ia (mendapat pahala) sama dengan memerdekakan 10 (sepuluh) hamba sahaya, dan dia dipastikan akan mendapat (pahala) 100 (seratus) kebaikan dan akan dihapus daripadanya 100 (seratus) kesalahannya serta dia akan dipelihara dari gangguan syaithan pada hari itu hingga sore hari; dan tidaklah seseorang akan mendapatkan yang lebih baik dari itu (keutamaan), melainkan seseorang yang mau mengamalkan lebih banyak lagi”
(Muttafaqun ‘alaihi)

“Dan Nabi saw bersabda : Barangsiapa membaca :
subhânallâhi wa bihamdihî
(Maha Suci Allâh dan dengan memuji-Nya)
100 (seratus) kali dalam 1 (satu) hari, maka akan dihapus dosa-dosanya sekalipun sebanyak buih di lautan ”
(Muttafaqun ‘alaihi)

“Ada 2 (dua) ucapan/kalimat yang ringan diucapkan tetapi berat dalam timbangan dan dicintai oleh Allâh yang Maha Pemurah, yaitu : subhânallâhi wa bihamdihî, subhânallâhil-azhîm
(Maha Suci Allâh dan dengan memuji-Nya, Maha Suci Allâh lagi Maha Agung)”
(Muttafaqun ‘alaihi)

“Rasûlullâh saw bersabda : Sungguh aku lebih senang membaca : Subhânallâhi wal-hamdulillâhi wa lââ ilâha illallâhu wallâhu akbaru daripada terbitnya matahari”
(H.R. Muslim)

“Rasûlullâh saw bersabda : Bacaan yang paling dicintai Allâh Ta’âlâ ada empat, yang tidak salah engkau mulai dari mana saja, yaitu : Subhânallâhi wal-hamdulillâhi wa lââ ilâha illallâhu wallâhu akbaru”
(H.R. Muslim)

“Rasûlullâh saw bersabda : Apakah seseorang di antaramu tidak mampu berbuat 1000 (seribu) kebaikan setiap hari ?. Lalu ada seorang dari kawan-kawan duduknya itu bertanya kepada Beliau : Bagaimana seseorang diantara kami ini dapat berbuat 1000 (seribu) kebaikan ?. Rasûlullâh saw menjawab, yaitu : Ia membaca tasbih (Subhânallâh) 100 (seratus) kali, maka baginya akan ditulis 1000 (seribu) kebaikan, atau dihapus daripadanya 1000 (seribu) kelasahannya”
(H.R. Muslim)

“Dari Juwariyah ummul mu’min r.a. : Sesungguhnya Nabi saw pernah keluar dari tempatnya pagi-pagi seusai shalât Subuh sedangkan dia (Juwariyah) berada di tempat shalâtnya. Kemudian Nabi saw kembali sesudah shalât Dhuhâ sedangkan Juwariyah masih tetap duduk (di tempatnya itu). Lalu Nabi saw bertanya : Apakah engkau tetap pada tempatmu itu sejak kutinggalkan tadi ? Juwariyah menjawab : Ya. Lalu Nabi saw bersabda : Sungguh sesudah darimu tadi aku membaca 4 (empat) kalimat sebanyak 3 (tiga) kali, yang andaikata ditimbang dengan apa yang engkau baca (dari tadi) pada hari ini, niscaya akan seimbang, yaitu :
Subhânallâhi ‘adada khalqihî (Maha Suci Allâh sebanyak makhluq-Nya), Subhânallâhi ridhâ nafsihî (Maha Suci Allâh sebanyak yang diridhâi oleh diri-Nya), Subhânallâhi zinata ‘arsyihî (Maha Suci Allâh seberat ‘arsy-Nya), Subhânallâhi midâda kalimatihî (Maha Suci Allâh sepanjang kalimat-Nya)”
(H.R. Muslim)

“Nabi saw bersabda kepada seorang ‘Arab Baduwi : Ucapkanlah :
lââ ilâha illallâhu wahdahu lâ syarika lahû, Allâhu akbar kabirâ, wal-hamdulillâhi katsîrâ, wa subhânallâhi rabbil ‘âlamîn, wa lâ hawla wa lâ quwwata illa billâhi-‘azîzil-hakîm. Si Baduwi itu lalu berkata : Itu semua adalah untuk Rabbku, lalu apa yang untukku ? Nabi saw menjawab : Ucapkanlah :
Allâhummaghfirlî warhamnî wahdinî wa ‘âfinî warzuqnî
(Yâ Allâh yâ Tuhanku, ampunilah aku, sayangilah aku, tunjukilah aku, lindungilah aku dan berilah aku rizqi)”
(H.R. Muslim)

“Nabi saw bersabda : Aku pernah bertemu Ibrâhîm pada malam ketila aku di-Isra’-kan. Lalu Ibrâhîm berkata : Hai Muhammad, sampaikanlah salamku kepada ummatmu, dan beritahulah mereka, bahwa surga itu adalah tanahnya sangat baik, airnya tawar, dan sesungguhnya surga itu adalah tanah yang penuh dengan ketenangan, tanaman-tanamannya ialah Subhânallâhi wal-hamdulillâhi wa lââ ilâha illallâhu wallâhu akbaru”
(H.R. Tirmidzî dan ia berkata : Hadits ini hasan)

“Nabi saw bersabda : Maukah engkau kutunjukkan suatu gudang dari antara gudang-gudang surga ? Aku (shababat) berkata : Mau, yâ Rasûlullâh. Maka Rasûlullâh menjawab, yaitu : lâ hawla wa lâ quwwata illa billâh (tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allâh)”
(Muttafaqun ‘alaihi)

(Dikutip dari beberapa narasumber)
Recommended for this topics : T4 (Tahmid, Tahlil, Tasbih, dan Takbir) by Tashiru.



One Response to “Keutamaan Tahmid, Tahlil, Tasbih dan Takbir”

  1. 1 rye

    subhanallah semoga hamba bisa mengamalkannya dg baik YA RABB


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.