Dasar Anak Muda
Sudah selesai kok. Semuanya sudah dibakar. Barusan saya bakar. Anggap saja tidak pernah ada. 2-3 tahun lalu cuma sampah. Dasar anak muda jaman sekarang, bisanya mengobral janji buat masa depan tanpa tahu, sesungguhnya mereka telah mendahului Allah. Sudah tidak jamannya meletakkan hal-hal seperti itu diatas segalanya.
Kadang-kadang saya tidak habis pikir, kenapa saya begini dan begitu. Dasar bocah kemarin sore. Ternyata gara-gara itu semua saya telah menjadi orang yang luar biasa kata teman saya. Saat ini, saya telah berada dalam dimensi berbeda. Zaman dimana orang-orang saling menghargai. Ya wajar sebenarnya, umur sudah hampir kepala dua. Masa tidak maju-maju? malu dong. Makanya semuanya sudah dibakar. Abunya saya hembus, sampai orang bawah marah-marah karena saya mengotori halaman bawah.
You think you can hide it from me? Yah, teknologi sudah maju. Aturan-aturannya pun telah berubah. Membuat saya Expert Dans Espionnage bukan? ternyata hal ini membuat saya bisa menentukan langkah yang akan saya tempuh. Tidak bisa dipungkiri, sampah-sampah itu bisa membuat saya tegar. Tetapi bahkan saya tidak berterimakasih.
Mungkin cuma satu orang yang mengerti tulisan saya ini.
Filed under: Diary, Life | Leave a Comment
No Responses Yet to “Dasar Anak Muda”